Jumat, 20 Juli 2012

Ranking 8 Negara di Asia Tenggara yang Paling Malas Bergerak



http://images.detik.com/content/2012/07/20/10/indonesia3d.jpg


Sekelompok ilmuwan yang dipimpin Pedro C Hallal dari Universidade Federal de Pelotas mengadakan penelitian mengenai aktivitas orang-orang dari 122 negara. Penelitian dilakukan untuk mengetahui mana negara yang warganya paling malas bergerak, ditunjukkan dengan persentase.

Hasil penelitian Hallal Cs mengambil sampel sedikitnya 50 orang atau sampel yang dinilai mewakili populasi dari 122 negara anggota WHO dengan 155 pertanyaan. Sampel diambil berusia di atas 15 tahun, di beberapa negara, yang berusia 13-15 tahun juga disertakan. Metode survei berstandar WHO survei seperti Global Physical Activity Questionnaire atau the International Physical Activity Questionnaire.

Hasil penelitian ini dipublikasikan online di jurnal kesehatan 'The Lancet' Volume 380 pada Rabu (18/7/2012) lalu. detikcom merangkum khusus untuk negara-negara Asia Tenggara saja, di mana 2 negara ASEAN, Brunei Darussalam dan Singapura tidak disurvei.

Berikut hasil rangkuman dari penelitian Hallal Cs, khusus untuk wilayah ASEAN. Nah, siapa yang termalas di antara 8 negara ASEAN ini, dan di mana letak Indonesia? Berikut daftarnya disusun dari negara yang paling rajin hingga paling malas:



8. Kamboja

Kamboja menjadi negara termalas terbuncit di ASEAN, karena hanya memiliki 11,2 persen warga yang malas bergerak. Rasio pria dan wanita yang malas bergerak juga tidak berbeda jauh, yakni 11,4 persen dan 11,1 persen.

Survei ini juga mengukur waktu duduk warga dunia yang disurvei. Ditemukan rata-rata orang dewasa duduk sekitar 4 jam atau lebih sekitar 41,5 persen dari seluruh sampel populasi di dunia. Penelitian ini juga menemukan, lebih dari separuh remaja pria dan remaja wanita menghabiskan rata-rata 2 jam atau lebih untuk duduk menonton TV.





7. Myanmar

Myanmar menjadi negara ketujuh di ASEAN yang termalas, ada 12,7 persen yang malas bergerak. Dilihat dari jenis kelamin, ada 10,4 persen pria dan 14,9 persen wanita yang malas bergerak.



6. Vietnam

Vietnam menjadi negara keenam termalas di ASEAN dengan persentase 15,3 persen dari perkiraan populasi yang malas bergerak. Berdasar jenis kelamin, tidak ada perbedaan signifikan antara pria dan wanita yang malas bergerak, yakni 14,6 persen dan 15,9 persen

"Untuk dewasa, rata-rata aktivitas fisik sedang hingga kuat sekitar 35,5 menit per hari untuk pria dan 32 menit per hari untuk wanita. Angka ini rata-rata sama di negara yang berbeda. Pada remaja, aktivitas fisik tertinggi terdapat di Norwegia, Swiss, Estonia dan Australia, di atas rata-rata, 65 menit per hari," tulis jurnal itu.


5. Laos

Laos menjadi negara kelima termalas di ASEAN dengan persentase 18,8 persen warganya yang malas bergerak. Dari jumlah itu, persentase warga yang malas bergerak dari jenis kelamin laki-laki sebesar 16,7 persen dan wanita sebesar 21 persen.

Penelitian ini juga meneliti tentang penggunaan transportasi sebagai alat untuk bergerak secara fisik. "Transportasi yang digunakan secara aktif seperti bersepeda atau berjalan kaki memiliki efek yang baik bagi semua penyakit yang mematikan atau menular. Pada anak-anak, hubungan antara berjalan kaki ke sekolah dan mengurangi indeks massa tubuh dan faktor risiko penyakit kardiovaskular telah terbukti," jelas penelitian itu.

Di beberapa tempat, keamanan pejalan kaki dan pesepeda menjadi masalah yang serius, walaupun bersepeda tidak lepas dari risiko.


4. Thailand

Thailand menjadi negara keempat termalas di ASEAN dengan 19,2 persen warga negaranya malas bergerak, yang jika dibagi berdasar jenis kelamin 17,1 persen pria dan 21,4 persen wanita dari perkiraan total populasi.

"Sekitar 3 dari 10 orang berusia 15 tahun atau lebih sekitar 1,5 miliar orang tidak memenuhi aktivitas fisik yang direkomendasikan. Situasi pada remaja bahkan lebih mengkhawatirkan, dengan perkiraan seluruh dunia bahwa 4 dari 5 remaja berusia 13-15 tahun tidak memenuhi aktivitas fisik yang direkomendasikan. Ini akan meningkatkan risiko penyakit jantung koroner, diabetes, beberapa jenis kanker, beberapa penyakit lain, dan kematian dini," jelas hasil penelitian ini.

3. Filipina

Filipina menjadi negara ketiga di ASEAN yang malas bergerak dengan 23,67 dari total populasi. Dari jumlah itu, berdasarkan jenis kelamin, lebih tinggi tingkat kemalasan wanita sebesar 26,2 dan pria lebih rendah dengan 21,2 persen.

Survei ini mengukur aktivitas fisik warga selain olahraga di waktu senggang, juga karena pekerjaan baik di kantor atau di rumah, dan yang berhubungan dengan transportasi.

"Beberapa faktor perilaku dan lingkungan, serta megatren perkembangan sosial berimbas pada tingkat aktivitas fisik. Urbanisasi yang cepat, mekanisasi dan meningkatkan kendaraan bermotor berimbas pada perubahan pola aktivitas fisik," ujar laporan itu.


2. Indonesia

Indonesia menjadi negara termalas kedua di ASEAN dengan angka 29,8 persen orang dewasa dari total populasi yang malas bergerak. Namun kebalikan dengan Malaysia, di Nusantara ini, justru yang malas
bergerak adalah pria dengan 31,5 persen dan wanita, 28,1 persen.

"Sepertiga orang dewasa di seluruh dunia dan 4 dari 5 remaja semakin tidak aktif bergerak," demikian salah satu kesimpulan penelitian itu.

Rinciannya, 31,1 persen warga dunia dari 122 negara yang disurvei malas bergerak dari 17 persen di Asia hingga persentase tertinggi, 43 persen di Amerika dan Mediterania.


(dok detikcom)
1. Malaysia

Malaysia ternyata menjadi negara paling malas di ASEAN dengan angka 61,4 persen orang dewasa di negara ini yang malas bergerak. Sedangkan menurut jenis kelamin, perempuan Malaysia yang tidak bergerak lebih besar yakni 65,4 persen dan laki-lakinya 57,3 persen.

"Di banyak negara, ketidakaktifan fisik ini meningkat seiring usia dan lebih tinggi pada wanita daripada pria. Ketidakaktifan juga meningkat di negara-negara yang berpendapatan tinggi," kata Hallal kepada The Telegraph seperti dilansir detikcom, Jumat (20/7/2012).




sumber :http://news.detik.com/read/2012/07/20/162921/1970806/10/ranking-8-negara-di-asia-tenggara-yang-paling-malas-bergerak?991101mainnews

0 komentar:

Poskan Komentar